Jumat, 27 Maret 2009

Pemimpin Bangsa


Beberapa saat lagi, sebuah pesta demokrasi akan di gelar, hajat calon sang pemimpin bangsa siap di laksanakan, persaingan yang ketat pun siap nampak di media.
Itu semata adalah sebuah moment untuk mendapatkan seorang pemimpin bangsa yang bijak, cerdik dan bisa membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju, bukan malah menelantarkan masyarakat indonesia pada suatu kondisi yang membuat menderita suatu bangsa.

Indonesia Raya gemah ripah loh jinawi, sebuah kalimat yang memberikan makna begitu kaya, subur, makmur akan hasil dan kekayaan negeri bumi pertiwi ini.
Namun bisakah calon pemimpin bangsa dapat memanfaatkan sebagaimana mestinya, mempergunakan sebanyak-banyaknya kekayaan alam untuk kepentingan rakyat dan memanfaatkannya demi kemajuan pembangunan di indonesia tanpa membuat masyarakat rugi dan merasa terpuruk.

Pemilu 2009 sudah ada di depan pintu, kami berharap pemilu 2009 ini akan membawa dan menghasilkan keputusan dan meraih sukses dengan mendapatkannya sebuah pemimpin bangsa yang benar-benar mampu mengajak bangsa indonesia pada situasi yang semakin baik, bisa mengurangi angka kemiskinan, bisa menurunkan tingkat pengangguran.

Pemimpin bangsa di harapkan dapat memperhatikan masyarakat kecil, dan tidak berat sebelah dalam menyingkapi masalah itu.
Kita telah ketahui bersama bahwa perjuangan pergerakan kemerdekaan indonesia telah sampai pada suatu masa yang penuh dengan kebahagian, dan kesentosaan karena telah lepas dari suatu cengkeraman penjajah yang membagi buta di indonesia pada masa yang kala.
Namun jangan lah sampai malah pemimpin bangsa yang merajalela memergunakan kursi yang sedang di dudukinya untuk bertindak sewenang-wenang, korupsi lah, memakan uang rakyat lah atau yang lain lah.

Pemilu 2009 semoga melahirkan pemimpin bangsa yang mampu berkoordinasi untuk berusaha mewujudkan cita-cita bangsa indonesia yakni, merdeka,bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Para calon pemimpin bangsa yang tampak bijaksana dan penuh wibawa itu semoga bukan lah hanya di fisik saja, namun bisa melindungi bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, mampu memajukan kesejahteraan umum , mencerdaskan kehidupan bangsa dan dapat mengikuti ketertiban dunia tentunya berdasarkan dasar negara yaitu pancasila.

Pemimpin tidak selamanya di berada di puncak istana, tentu saja akan berpindah sebagai mana masa bhaktinya.
Menjadi harapan kita bersama bahwa pemilu 2009 semoga dapat membawa indonesia kepada arah yang lebih baik dan dapat mewujudkan suatu keadilan yang menyeluruh bagi rakyat indonesia.

Sabtu, 21 Maret 2009

Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai



Kedua bunga ini merupakan bunga bangkai dan bunga rafflesia, tampak jelas bunga rafflesia mahkota merah melebar sedang bunga bangkai tampak menjulang tinggi.
Mari kita lihat uraian berikut.
Bungan pertama adalah bunga Rafflesia dan bunga kedua adalah bunga bangkai.

RAFFLESIA ARNOLDII
Entah apa yang barusan melintas dalam benak saya, hinnga saya ingin memposting tentang bunga rafflesia dan bunga bangkai.

Bunga Rafflesia banyak tumbuh di pulau sumatera selatan, terutama banyak di propinsi Bengkulu.
Rafflesia sering di kenal oleh publik dengan rafflesia arnoldi.
Bentuk bunga rafflesia yaitu bentuknya meluas lebar , saat rafflesia sempurna mekar bisa mencapai ukuran dengan garis tengah satu meter dan bisa mencapai ukuran tinggi setengah meter bahkan bisa lebih.

Secara kasat mata bunga ini tampak tanpa kelopak tanpa daun, jadi hanya indah sebuah mahkota yang disertai bulatan semacam gentong di bagian bawah mahkota.
Menurut beberapa artikel yang telah terkumpulkan, bunga rafflesia memiliki usia pertumbuhan yaitu bisa mengenyam waktu sampai sembilan bulan, namun dalam masa mekarnya sekitar lima sampai dengan tujuh hari, setelah masa pemekaran itu habis bunga rafflesia akan segera layu.

Dalam klasifikasi ilmiahnya bunga ini secara jelas masuk dalam kingdom plantae, masuk dalam devisi magnoliophyta, kelas magnoliopsida, ordo rafflesiales,famili rafflesiaceae, genus rafflesia dan merupakan spesies R.arnoldii.
Rafflesia tampak indah seperti yang tampak dalam gambar pertama.
Tumbuhan ini termasuk flora langka, untuk menghindari dari kepunahan , bunga ini juga dilindungi di kebun botani.

BUNGA BANGKAI

Saat ini bunga bangkai telah tersebar tidak hanya di wilayah negeri tercinta indonesia. Namun, telah meluas sampai ke penjuru dunia. Bunga bangkai yang banyak terdapat di kebun botani, menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, untuk menikmati keunikan dari bunga bangkai mulai dari bentuknya yang raksasa dan baunya yang khas.
Bunga bangkai adalah bunga yang besar dan banyak di kenal oleh masyarakat luas dengan nama "suweg"raksasa merupakan 'bunga bangkai titian arum'
bunga ini berwarna krem, dengan bentuk panjang menjulang dengan mahkota merah keungu-unguan.jika kita melihat secara sekilas memang terkesan semacan terompet.
Kalau bunga rafflesia tampak melebar/meluas kalau bunag bangkai tampak menjulang , ketinggian bunga bangkai jenis amorphophallus titanium ini bisa mencapai 4 meter dengan diameter satu setengah meter.seperti pada gambar kedua.
Bunga bangkai titian arum jelas masuk kingdom plantae, divisi magnoliophyta, kelas liliopsida, ordo alismatales, famoli araceae, genus amorphophallus dan spesies A.titanum.

Itulah yang dapat diklarifikasikan perbedaan antara bunga Raffesia dengan bunga bangkai.
Semoga dari postingan kali ini menambah perbendaharaan pengetahuan bagi anda.

Kamis, 19 Maret 2009

Gagal Kunjung Kampung Laut

Peristiwa ini sudah jatuh pada masa sekitar tiga tahun yang lalu, namun cerita itu membuatku teringat seorang teman yang mengawali sebuah kebersamaan yang sampai saat ini masih berada dalam ikatan persahabatan.

Tepatnya di Kawunganten, suatu ketika kami, sebut saja rohmat, sidik, andri dan saya sendiri berencana melakukan perjalanan ke kampung laut.
Hari pun tiba, fajar pun terbit memancarkan sinarnya dan menyinari muka bumi menurut bagiannya.
Kami pun mengayuhkan sepeda untuk menuju ojek yang akan kami kunjungi, halaman kampung itu pun mulai tampak, namun perjalanan kami tak mampu di jangkau dengan kendaraan yang kami gunakan. Dengan semangat tinggi akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan dengan melangkahkan kaki.

Perjalanan yang kami lalui menelusuri semak belukar, got, dan perkebunan minyak kai putih. Sungguh, dalam perjalanan itu begitu melelahkan, namun karena persahabatanlah yang membuat kami riang dan senang.
Sang raja siang pun beranjak naik dan kami belum menyentuh bibir kampung laut.
Di selahnya lorong-lorong got di bawah pepohonan rindang kami sempet melihat di sudut semak ada sebuah perairan, kami berlima pun bergegas kesana.
Sesampainya di sana kami menemui sebuah sungai yang amat besar dan kami sempat berembug akan tempa itu, kami berempat mengira tempat itu adalah halaman pintu kampung laut.
kami pun menelusurinya sepanjang tepi sungai itu, namuan apakah yang terjadi?
Semakin jauh kami melangkah di sepanjang tepi sungai ternyata kami semakin tersesat dalam perjalanan.
kami baru nyadar kalu perjalanan kami tersesat saat bertemu dengan sepasang petani keong (thothok).
Mereka menyarankan kami untuk kembali ke ke rumah dan membatalkan perjalanan yang amat berbahaya.
Mereka bilang hari sudah mulai petang, pasang akan segera tiba.
Sejenak kami sangat ketakutan, akhirnya kami berempat membatalkan perjalanan itu dan kembal;i pelacak bekas telapak kaki yang telah kami lalui untuk segera pulang.

Akhirnya kami pun pulang, dan sampai juga di tempat penitipan sepeda.
Di sana kami istirahat dan membahas ptualangan yang amat melelahkan dan memberikan pengalaman penelusuran tempat yang kaya gituan.

Diselahnya pengistirahatan kami, salah satu dari kami berempat berinisiatif untuk membuat sate dari thothok ( kerang besar ).
Kami pun setuju melaksanakan ide itu, karena kami lapar dan tidak membawa bekal.
Ada yang mempersiapkan tusuk sate, ada yang beli bumbu, ada yang menyiapkan api dan ada juga yang menyiapkan daging kerang itu.

Sate pun siap di masak, kami berempat kerjasama memasak sate itu.
Ah, tak bisa lama-lama rupanya, rupanya perut kami sudah keroncongan.
Ya sudahlah semua sate kami sikat dan habis sejenak.

Kami pun meninggalkan tempat itu dengan cukup lelah.
Ya sudah lah akhirnya kami berencana untuk melaksanakan pendakian di gunung Kawunganten di esok hari.