Minggu, 11 Januari 2009

SEDEKAH BUMI

Sedekah Bumi

Suatu tradisi yang dilakukan oleh orang yang punya mata pencaharian bertani,berkebun, beternak, dll artinya hidup dari hasil bumi adalah melaksanakan suatu tradisi yang biasa orang kenal dengan “sedekah bumi”.

Proses tradisi yang dilakukan di salah satu desa di Bantarsari berbeda – beda, salah satunya adalah mereka warga desa berkumpul dalam suatu tempat untuk melaksanakan tradisi itu.

Mereka berkumpul membawa setenggok atau senampan makanan hasil bumi yang telah dimasak untuk di kumpulkan dalam suatu tempat yang telah dipersiapkan, misalnya di musolha atau di rumah pak RT.

Tradisi ini biasanya dan kebanyakan di laksanakan pada satu Muharom ( islam) atau satu Suro ( jawa )

Sebenarnya sama saja, tradisi ini di maksudkan sebagai ungkapan syukur kepada sang pencipta jagat raya atas kemurahannya dalam memberikan rizki pada manusia.

Dalam tradisi ini ada beberapa moment, salah satu dari moment itu adalah do’a bersama, mereka berdo’a pada sang pencipta jagat raya agar tetap dan selalu melimpahkan rahmatnya pada mereka.

Selain itu mereka juga melaksanakan makan bersama, menikmati lezadnya masakan dari hasil bumi secara bersama-sama.

Di samping itu, dengan adanya tradisi yang seperti ini, juga di maksudkan untuk menjaga rasa kebersamaan antar anggota masyarakat.

Tak kalah menariknya untuk di ceritakan adalah tentang masakan yang di bawa ( yang telah di kumpulkan ), tentu kita bertanya untuk apa sih makanan yang telah di masak dan dikumpulkan itu?

Ringkasnya seperti ini, menurut saksi dan pelaku yang ikut melaksanakan sedekah bumi ini, hasil bumi yang telah dimasak dan telah terkumpul itu akan di tukar, maksudnya makanan satu dengan masakan lain itu di tukar-tukar hinga akhirnya masing – masing orang nantinya akan membawa pulang masakan hasil tukar-menukar itu dan dapat menikmati masakan orang lain.

Ibaratnya itu saling tukar menukar masakan hasil bumi.

Unik bukan????

Satu lagi yang tidak boleh ketinggalan untuk diceritakan adalah membagikan makanan satu takir (satu menu) kepada anak-anak desa, khususnya bagi mereka yang kurang mampu.

Tradisi ini tidaklah diharuskan kepada setiap warga desa, karena kondisi yang tidak bisa di paksa.

Bagi mereka yang punya ladang bertani, berkebun, beternak dll sangatlah diharuskan untuk sedekah bumi.

Namun bagi warga yang kurang mampu tidak diharuskan mengikuti tradisi ini malah justru akan mendapatkan sedekah dari orang-orang yang bersedekah dan tentunya sedekah itu dalam bentuk makanan yang telah matang dan siap untuk di hidangkan.

Itulah sekelumit cerita tentang sedekah bumi, yang di lakukan sebagai ungkapan syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa.

1 komentar:

fais mengatakan...

sedekah bumi!
gpp sih klo itu sebagai ungkapan syukur atas nikmat tuhan yang maha esa, dan bukan merupakan tindakan syirik.

Poskan Komentar