Beberapa hari yang lalu ku temui seorang gadis kecil, berlari mengejar sebuah angkot yang ku tumpangi, dengan lunglai gadis kecil itu berlari kencang hingga ahirnya berada tepat di bibir pintu angkot.
Sejenak aku berfikir mau apakah gadis kecil itu.
Rupanya gadis kecil itu duduk di pintu angkot dengan manisnya sambil memukul-mukulkan mainan kecil ke tangannya, serentak berbunyinya mainan,
gadis kecil itu mengiringinya dengan sebuah lagu.
Entah apa yang sedang difikirkannya, gadis kecil itu tak lepas-lepasnya melemparkan bola matanya kepadaku.
Aku pun tertegun, seolah biasa didepannya.
Pandangan gadis kecil yang begitu mengaharapkan sebuah pemberian terus mengarah.
Aku menjadi sangat iba melihatnya, sayang aku tak dapat berbuat banyak untuk nya, rupanya hanya rupiah kecil yang dapat ia terima.
Sungguh
Gadis kecil yang masih sangat muda belia dengan sangat terpaksanya harus menghabiskan hari-harinya di jalan.
Tak seharusnya gadis cantik yang berusia dini itu memikirkan masalah uang,
Gadis kecil semasa itu seharusnya masih sedang dalam usia bersama kawan, merasakan asyiknya bermain, bergurai bersama teman, bercanda menghabiskan tawa dan tentunya masih harus belajar menuntut ilmu.
Tapi kehidupan berkata lain, dia tidak harus mengahabiskan masa kecilnya untuk bermain bersama teman, tapi harus memperjuangkan hidupnya dengan berupaya menjadi pengamen jalan untuk mencari makan.
Selepasnya dia menerima rupiah, dia turun dengan girangnya, namun aku merasa sangat kasihan padanya , meski aku tak dapat berbuat apa-apa, namun aku berdoa semoga dia akan mendapatkan rejeki sebagai modal hidupnya.
Kejadian ini memberikan pelajaran bagiku , agar mencintai sesama, mengasihi, menolong dan membantu yang lemah.
Meski kita lemah namun ada yang lebih lemah dari kita , apa salahnya kita membantunya.
Dari peristiwa ini pula dapat diambil pelajaran, betapa susahnya orang mencari bekal hidup, dan dari situ kita akan berhati – hati dalam membelanjakan uang.
Semoga kita bukanlah orang – orang yang senang menghambur-hamburkan uang, lebih baik kita sedekahkan sebagian uang kita untuk mereka dari pada harus kita gunakan untuk hal-hal yang sia-sia.
Begitu bukan??
Katakan saja seratus rupiah yang kita berikan untuk mereka yang setiap hari hidup di jalanan akan sangat berguna bagi mereka dan tentunnya juga akan membawa berkah bagi kita karna telah menolong sesama.
Amin.

3 komentar:
terharu ne
sedih ni
kok ada yah jaman skrg anak2 yg seperti itu
beraRTI KITA KUDU BERSYTUKUR NE
Atas apa yg kita nikmati saat ni
ya marilah kita menyisihkan harta sebagian uang kita untuk mereka
jadi sedih neh..
coz aku punya teman sekolah , dia juga ky gitu
tapi tak apa semoga jalan yang terbaik akan menyertainya,
Poskan Komentar