Kamis, 06 November 2008

Surat & Penta



Tepat pukul 09.00 detak jam berbunyi mengisi kekosongan hati yang sendiri di waktu pagi, aku menerima sepotong surat dari seorang kawan.Dengan hati yang begitu girang penuh keceriaan aku pun segera mengambil sepucuk surat itu dan aku pun sudah menduga kalau surat itu dari seorang teman yang bernama Laili Luthfiyah.
Tak pandang waktu dengan segera diriku membuka sepucuk surat itu, rupanya dia mengirim selembar foto sahabat penta boy, Meskipun foto ini sudah terlihat kabur dan rusak karena terlalu lama disimpan tapi sesuatu yang telah berjalan telah menyisakan banyak kenangan.
Sekali lagi makasih teman.....
Girang sekali rasanya bisa kembali memandangi sahabat, yang keberadaanya menjadi singgahan bermain , bertukar pendapat, n berorganisasi.
Ku ucapkan banyak terima kasih pada Laili yang telah mengirimkan foto itu.
Dalam sepucuk suratnya dia katakan kalau dia bener - bener menyempatkan waktunya tuk menulis pesan untukku, Dia juga temanku yang baik.
Dia selalu memberikan motivasi kala ku sedang punya banyak sandungan hati
Seiring berjalannya waktu aku tak mampu bersama untuk bercanda bertukar n berbagi pengalaman secara riil.
Namun komunikasi antara aku dan dia tetep subur bersemi selalu.
Memang hal yang kaya gitu yang aku harapkan, bisa saling berbagi rasa bersama sahabat meski hanya lewat handpone.
Beruntung aku memiliki seorang teman yang begitu pengertian, terbuka dan bisa menjadi motivator untukku.
Terima kasih teman, semoga pertemanan kita akan berjalan baik, tumbuh subur .
Apapun yang menjadi rintangan dimana pertemuan dari sebuah persahabatan selalu terhalang oleh waktu dan kesempatan , aku selalu berharap mudah - mudahan ini adalah persahabatan yang sesungguhnya.

0 komentar:

Poskan Komentar